Search This Blog

Ads Here

Blog Share

Translator

Exchange Link



Please Copy Code Above to your page HTML then Confirm Click Here I'll copy your banner immediately

Award sahabat

Award sahabat

Terapi dengan Sel Stem

Posted by BlueDrak Tuesday, September 22, 2009
.


















Sel Stem adalah sel yang memiliki beberapa sifat unik yang membedakannya dari jenis sel lain. Sel stem merupakan sel yang tidak terspesialisasi artinya, sel stem tidak memiliki struktur yang spesifik terhadap jaringan tertentu yang menyebabkan sel memiliki fungsi spesifik. Sel stem juga memiliki kemampuan membelah dan memperbaharui diri untuk waktu yang lama. Tidak seperti sel – sel otot, sel darah, atau sel saraf yang normalnya tidak bereplikasi diri, sel stem mampu bereplikasi berulang kali. Kemampuan bereplikasi berulang kali tersebut dinamakan proliferasi. Selain itu, sel stem dapat juga menjadi sel - sel yang terspesialisasi, melalui proses yang disebut diferensiasi
Penelitian terhadap sel stem yang memberikan pengetahuan tentang bagaimana suatu organisme berkembang dari satu sel tunggal dan bagaimana sel – sel sehat menggantikan sel yang rusak pada organisme dewasa. Para ilmuwan saat ini bekerja terutama dengan dua jenis sel stem pada hewan dan manusia, yaitu sel stem embrionik dan sel stem dewasa. Sel stem embrionik adalah sel stem yang berasal dari embrio, umumnya pada usia 3 – 5 hari. Pada fase blastosit, sel – sel stem pada jaringan embrio yang sedang berkembang bereplikasi dan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang terspesialisasi, membentuk jaringan dan organ hati, paru – paru, kulit, jantung, etc. Pada beberapa jaringan dewasa, seperti sumsum tulang, otot dan otak, berbagai populasi sel stem dewasa menjadi pengganti sel – sel yang mati karena luka, tua atau penyakit. Sel stem dewasa umumnya membentuk jenis sel yang sesuai dengan tempat mereka. Contohnya, sel stem dewasa pembentuk darah di sumsum tulang akan membentuk sel – sel darah merah, sel darah putih dan keping darah. Meskipun demikian sejumlah penelitian telah menunjukan bahwa sel stem dari satu jaringan dapat menjadi sel yang merupakan jenis jaringan yang sangat berbeda, suatu fenomena yang disebut plastisitas. Contoh plastisitas adalah sel darah menjadi sel saraf dan sel hati yang dapat menghasilkan insulin, serta sel stem hematopoetik yang dapat berkembang menjadi otot jantung.
Kemampuan dan sifat unik sel stem membuat para ilmuwan dapat membuat suatu hipotesis bahwa sel stem, pada suatu saat di masa depan, dapat menjadi dasar untuk pengobatan berbagai penyakit. Saat ini, jaringan – jaringan tubuh yang rusak sering kali digantikan dengan organ dan jaringan donor. Namun, kebutuhan akan organ dan jaringan untuk transplantasi jauh melebihi donor yang tersedia. Sel – sel stem jika diarahkan untuk berdiferensiasi menjadi jenis sel yang lebih spesifik, menawarkan suatu sumber sel pengganti untuk pengobatan penyakit, seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer, kerusakan korda spinalis, penyakit jantung, diabetes, luka bakar, osteoarthritis dan rheumatoid arhtritis. Sebagai contoh, telah diteliti bahwa sel stem sumsum tulang yang ditransplantasi ke jantung yang rusak dapat membentuk sel – sel otot jantung dan mampu membentuk kembali jaringan jantung. Sel stem embrionik juga ternyata juga memiliki kemampuan untuk diarahkan berdiferensiasi dalam kultur sel menjadi sel yang memproduksi insulin, sehingga berguna dalam terapi transplantasi bagi penderita diabetes
Meskipun potensi sel stem bagi dasar terapi pengobatan berbagai penyakit sangat besar, masih diperlukan berbagai penelitian intensif untuk menjamin keberhasilan dan keamanan penggunaannya. Agar dapat berguna untuk transplantasi, para ilmuwan harus mampu mengarahkan sel stem untuk memiliki kemampuan dan karakteristik berikut.
• Berproliferasi dengan cepat dan membentuk jaringan dalam jumlah memadai.
• Berdiferensiasi menjadi jenis sel yang diinginkan.
• Bertahan dalam tubuh penerima setelah ditransplantasi.
• Berintegrasi dengan jaringan disekitarnya setelah transplantasi.
• Berfungsi dengan baik dan sesuai selama masa hidup penerima transplant.
• Tidak melukai penerima transplant melalui cara apapun

0 Responses to Terapi dengan Sel Stem

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

Breaking News

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Followers

There was an error in this gadget

Recent Posts