Search This Blog

Ads Here

Blog Share

Translator

Exchange Link



Please Copy Code Above to your page HTML then Confirm Click Here I'll copy your banner immediately

Award sahabat

Award sahabat

Noordin M. Top Tamat Riwayat

Posted by BlueDrak Friday, September 18, 2009
.














Akhirnya setelah 9 tahun lamanya Noordin Muhammad Top yang akrab dipanggil Noordin M. Top. Tersebut tewas saat terjadi baku tembak dengan polisi di kampung Kepohsari, Mojosongo, Solo Jawa Tengah Kejadian terjadi pada hari Rabu 16 September 2009 pukul 23.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 05.30 WIB. Teroris yang berada di Solo berjumlah tujuh orang. Empat orang di antaranya tewas dan tiga lainnya ditangkap hidup-hidup. Empat orang di dalam rumah diduga tewas dalam pengepungan, termasuk seorang wanita. Wanita itu diduga adalah Putri Munawaroh, istri Susilo, pengontrak rumah yang digerebek Polri. Suaminya, Susilo alias Adib, juga diduga tewas. Susilo bekerja di sebuah pondok pesantren sebagai pengurus ternak sapi di Pondok Pesantren Al Kahfi Mojosongo.Bagus Budi Pranoto alias Urwah juga dikabarkan tewas dalam penggerebekan itu. Buron tersebut diduga berperan menyembunyikan Noordin M Top di Temanggung.Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Pernah divonis 3 tahun 6 bulan pada 2004, karena menyembunyikan Dr Azahari dan Noordin M Top. Satu orang lainnya yang diduga tewas adalah Maruto, pria yang diduga pernah menjadi dokter pribadi Noordin M Top.Seorang lainnya bernama Bejo ditangkap Rabu kemarin di Pasar Gading, Solo. Sementara identitas dua pria lainnya belum diketahui.

Sebelum penggrebegan, Densus 88 terlebih dulu mengevakuasi warga yang tinggal di sekitar rumah sasaran sekitar pukul 22.30 WIB. Evakuasi kepada enam kelompok keluarga (KK) itu berlangsung setengah jam sebelum penyergapan. Kepada mereka, hanya diberitahu akan ada operasi kepolisian dengan menggunakan senjata. Warga tidak diberitahu kalau rumah yang akan digrebek merupakan tempat persembunyian kelompok Noordin.
Penyergapan yang dilakukan Densus 88 dibantu Polda Jateng itu berlangsung sekitar tujuh jam dan berakhir Kamis pagi sekitar pukul 06:00 WIB.
Tembak menembak mulai terdengar sekitar pukul 23.00 WIB dan memecah keheningan kampung yang terbiasa sepi karena jauh dari keramaian Kota Solo. Baku tembak terjadi setelah listrik padam di sekitar Kampung Kepoh Sari. Warga yang mendengar tidak berani keluar, apalagi suasana gelap.

Baku tembak sempat terhenti saat pergantian hari sekitar pukul 00.00 WIB. Aparat Kepolisian sekitar pukul 00:10 WIB mulai memblokir akses jalan menuju TKP. Saat iitu listrik mulaia menyala kembali, dan warga mulai keluar rumah berdatangan ke lokasi. Namun polisi mencegahnya dan warga hanya bisa melihat dari jarak sekitar 300 meter.

Pukul 00:15 baku tembak berhenti beberapa saat. Satu unit mobil truk Ford Ranger milik polisi masuk lokasi dan terdengar kembali suara tembakan.

Rumah milik Totok warga RT 3 RW 11 Kampung Kepoh Sari, Mojosongo itu dikontrak Susilo. Menurut Polisi, Susilo adalah warga Kagokan, RT 2 RW 11, Pajang, Laweyan. Dia berada di dalam rumah bersama teman lainnya.

Sekitar pukul 02:30 WIB, sebuah mobil ambulans milik Kepolisian Kota Besar Surakarta, mobil jenazah Kepolisian Daerah (Polda) Jateng dan sebuah mobil unit olah tempat kejadian perkara (TKP) bergerak ke lokasi.

Dua kali ledakan terdengar dari rumah yang digerebek polisi. Ledakan pertama terdengar sekitar pukul 05:15 WIB dan ledakan kedua sekitar pukul 05:35 WIB. Tidak diketahui ledakan itu berasal dari polisi atau dari penghuni rumah.

Hingga Kamis pagi juga masih terus terdengar suara rentetan senjata api di lokasi rumah yang digrebek. Namun pada sekitar pukul 06.00 WIB, suara tembakan senjata api sudah tak terdengar lagi dan sejumlah ambulans keluar-masuk.

Empat mayat di lokasi adalah Susilo alias Adib, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Aji (perakit bom) dan Noordin M Top. Sedangkan Munawaroh, seorang perempuan yang diduga istri Susilo luka terkena tembakan. Teroris yang berada di Solo berjumlah tujuh orang. Empat orang di antaranya tewas dan tiga lainnya ditangkap hidup-hidup. Empat orang di dalam rumah diduga tewas dalam pengepungan, termasuk seorang wanita. Wanita itu diduga adalah Putri Munawaroh, istri Susilo, pengontrak rumah yang digerebek Polri. Suaminya, Susilo alias Adib, juga diduga tewas. Susilo bekerja di sebuah pondok pesantren sebagai pengurus ternak sapi di Pondok Pesantren Al Kahfi Mojosongo.Bagus Budi Pranoto alias Urwah juga dikabarkan tewas dalam penggerebekan itu. Buron tersebut diduga berperan menyembunyikan Noordin M Top di Temanggung.Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Pernah divonis 3 tahun 6 bulan pada 2004, karena menyembunyikan Dr Azahari dan Noordin M Top. Satu orang lainnya yang diduga tewas adalah Maruto, pria yang diduga pernah menjadi dokter pribadi Noordin M Top.Seorang lainnya bernama Bejo ditangkap Rabu kemarin di Pasar Gading, Solo. Sementara identitas dua pria lainnya belum diketahui.

0 Responses to Noordin M. Top Tamat Riwayat

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

Breaking News

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Followers

There was an error in this gadget

Recent Posts