Search This Blog

Ads Here

Blog Share

Translator

Exchange Link



Please Copy Code Above to your page HTML then Confirm Click Here I'll copy your banner immediately

Award sahabat

Award sahabat

Pertamina Tak Dapat Jatah di Irak

Posted by BlueDrak Monday, December 14, 2009
.

















Baghdad - Pemerintah Irak kembali mengumumkan pemenang tender pengelolaan blok migas tahap II. Pertamina yang bersaing dengan 44 perusahaan migas lainnya tidak memenangkan tender ini.

Pemerintah Irak berharap dengan pengumuman kontrak ini bisa membawa produksi minyaknya menjadi 12 barel per hari (bph) sehingga bisa sejajar dengan produksi minyak terbesar dunia yang kini dipegang Arab Saudi.

"Ini mewakili kemenangan. Hasilnya tidak akan digunakan untuk perang seperti yang selama ini terjadi," ujar menteri perminyakan Irak, Husein al-Shahristani seperti dikutip dari AFP, Minggu (13/12/2009).

"Uang hasil penjualan itu akan digunakan untuk masyarakat Irak, kami tidak akan membaginya dengan siapapun. Kami di kementerian sangat bahagia dengan apa yang kita raih untuk Irak," imbuhnya.

Kesepakatan yang diambil dalam lelang selama dua hari ini diharapkan bisa meningkatkan produksi minyak Irak menjadi 4,7 juta bph dalam beberapa tahun kedepan, dari saat ini yang hanya 2,5 juta bph. Namun menurut

Shahristani, produksi minyak Irak diharapkan bisa meningkat lagi menjadi 12 juta bph dalam 6 tahun jika melihat hasil negosiasi kontrak.

"Itu adalah level produksi tertinggi dari negara-negara produksi minyak dunia lainnya," imbuh Shahristani.

Namun analis menilai pernyataan menteri Irak itu sebagai hal yang terlalu optimistis.

"Pertanyaannya sekarang adalah, apakah ini realistis? Apakah perusahaan-perusahaan mampu memberikannya?" ujar Ruba Husari, editor Iraqoilforum.

Dalam tender ini, Lukoil memenangkan ladang minyak West Qurna-2. Ladang minyak terbesar ini akan dikelola

Lukoil bareng dengan StatoilHydro. Lukoil dan StatoilHydro meminta 1,15 dolar per barel untuk setiap minyak yang diekstraksinya dari ladang tersebut. Produksi dari ladang tersebut diperkirakan mencapai 1,8 juta bph.

West Qurna-2 saat ini tercatat memiliki cadangan hingga 12,9 miliar barel, dan terletak di bagian Selatan hingga Timur Irak. Ladang ini sejajar dengan ladang minyak Majnoon yang tendernya dimenangkan oleh Shell dan Petronas.

Shell dan Petronas sendiri meminta 1,39 dolar per barel untuk setiap minyak yang diproduksinya dari ladang Majnoon. Ladang minyak tersebut memiliki cadangan 12,6 miliar barel dan diprediksi akan memiliki produksi 1,8 juta bph.

Pemenang lainnya adalah konsorsium CNPC bersama dengan Petronas dan Total untuk ladang Halfaya, yang terletak di bagian Selatan Irak dan memiliki cadangan 4,1 miliar barel. Konsorsium ini akan menerima 'upah' 1,40 dolar per barel untuk produksi sebesar 535.000 bph.

Perusahaan minyak Angola, Sonangol memenangkan tender untuk ladang Qaiyarah dan Najmah. Tawaran 12,50 dolar per barel dari Sonangol ditolak karena dinilai terlalu tinggi. Sonangol selanjutnya menurunkannya menjadi 5 dolar per barel dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Sonangol akan memroduksi 230.000 bph minyak dari dua ladang tersebut.

Sedangkan konsorsium Petronas dan Japex memenangkan tender untuk ladang Garraf. Harga produksinya adalah 1,49 dolar per barel dengan produksi sekitar 230.000 bph.

Konsorsium yang dipimpin perusahaan minyak Rusia, Gazprom memangkan kontrak di Badra, di perbatasan dengan Iran. Gazprom yang menggandeng Petronas, KoGas dan TPAO mendapatkan 'upah' 5,5 dolar per barel . Produksi dari ladang ini diperkirakan mencapai 170.000 bph.

Perusahaan-perusahaan minyak raksasa tersebut rata-rata menjauh dari ladang minyak di Timur Baghdad dan dua kluster yang disebut Eastern Fields dan Middle Furat. Menurut analis, hal ini dikarenakan konflik yang tak kunjung reda di dua kluster Timur Baghdad. Untuk Middle Furat dijauhi karena terlalu mahal dan minim infrastruktur.

Dengan cadangan minyak 115 miliar barel, Irak saat ini tercatat sebagai pemilik cadangan terbesar ketiga di dunia setelah Arab Saudi dan Iran. Penjualan minyak Irak saat ini menyumbang 85% dari pendapatan pemerintah.

Pemerintah Irak sebelumnya mengumumkan 44 perusahaan migas yang akan ikut tender migas tahap II. Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina Hulu Energy tercatat sebagai salah satu peserta.

Pertamina tercatat dua kali mengikuti tender migas di Irak. Pada tender pertama, Pertamina mundur karena menilai harga yang ditawarkan pemerintah Irak untuk setiap barel minyak yang diproduksinya tidak layak.[detik]

0 Responses to Pertamina Tak Dapat Jatah di Irak

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails

Breaking News

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Followers

There was an error in this gadget

Recent Posts